Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pena Dunia biru

Surat tak terkirim ( Bulan dan Bintang)

Oleh: Budi Yusnendar Semua yang pernah ada, biar jadi pelajaran yang sangat berharga tanpa prasangka buruk dan salah faham. Biar semua menjadi cerita yang baik tentang kita, Tentang persahabatan, rasa sayang dan cinta tanpa syarat….. ”semua indah….  Sesungguhnya ada banyak hal yang ingin di tulis… tapi tidak sekarang, Mungkin lain kali…. Sekedar ingin kamu tahu; bahwa ada hal yang dirasa penting kita tahu dan mengerti…. Saat kamu baca surat ini, itu berarti kita ada di jarak yang entah berapa… Tapi bertemu lagi atau tidak, ada tegur sapa lagi atau tidak’’ bukan berarti ada benci atau apapun yang buruk antara kita…. (semoga selalu begitu) Saat seperti ini, paling tidak kita masih bisa saling mendo’akan ; semoga kita baik dan kamu nyaman dengan siapapun orang didekat kamu…”pastikan itu !” Dan semua yang pernah ada, biar jadi pelajaran yang sangat berharga tanpa prasangka buruk dan salah faham. Biar semua menjadi cerita yang baik tentang kita, Tentang...

Notes Maestro

Kenapa Kita menutup mata saat kita tertidur? ketika kita menangis? ketika kita membayangkan? itu karena hal terindah yang sesungguhnya ..di dunia ini  TIDAK TERLIHAT Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita....  kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan Orang-orang yang tak ingin kita tinggalkan Tapi ingatlah melepaskan BUKAN akhir dari dunia, m elainkan awal suatu kehidupan baru. Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti  mereka yang mencari dan MEREKA YANG TELAH MENCOBA,   karena MEREKA-lah yang bisa menghargai betapa pentingnya  orang yang telah menyentuh kehidupan mereka. CINTA yang sebenarnya Adalah ketika kamu menitikan air mata dan MASIH peduli terhadapnya. Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggu dengan setia. Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH b...

Aku adalah selembar daun

Gambar
Oleh : Budi yusnendar Di  bumi ini aku adalah daun dari sebuah pohon yang kokoh. Aku dengannya adalah satuan yang tak terpisahkan.  Aku selalu berfikir    “tanpanya  dimanalah lagi aku bisa berada, aku adalah belahan dari kehidupannya, pohon tercintaku ini kuanggap hampir seluruh dari kehidupanku". Aku dilahirkan sebagai sesuatu yang kecil nan rapuh, rawan  juga mudah layu. Namun kian hari aku kian menyadari dan menjadikanku penuh syukur;  bahwasannya telah Tuhan  tempatkan cinta yang amat besar dalam jiwaku;     Senilai matahari yang setia terhadap bumi, sebagaimana tali plasenta pada janin di  rahim para ibu. Daun memang rapuh, tapi bukankah cinta sudah ditiupkan pada setiap jiwa. Cinta menguatkan jiwa yang diselimutinya .  Energi itu membuatku selalu berusaha mengabdikan segala yang aku miliki tanpa sedikitpun ragu. Untuk pohonku dengarlah ini: “ Jika hari mulai panas,  maka aku lah yang pertama kal...