Postingan

ADAKAH DIA CEMBURU ?

Oleh : Budi Yusnendar Hari ini adalah hari pertama kepergiannya ada “serupa” rasa sesal yang tiba-tiba hadir  sepertinya aku telah melewatkan sesuatu yang berharga dengan cara yang tak istimewa perasaan-perasaan itu begitu terasa di pagi ini  rasa itu seperti memiliki kemiripan dengan rasa kehilangan Di pagi masih menyisakan dingin yang sejuk kaki ini seolah tahu melangkah dari beranda mesjid menuju pulang Sementara akal dan hati seolah mengajak  untuk memahami sesuatu ----------------------------------------- Aku tak mampu melukiskan…. Betapa bahagianya jika menjumpai kekasih hati yang telah lama menanti, bertemu setelah lama menunggu.  Menantinya seperti memberi ruang untuk bersiap diri. Menunggunya seolah menjadi waktu untuk menata rindu menggebu yang terus menumpuk tak terbendung. Seperti itulah kiranya Dia.  Akhirnya senja indah itu datang, kemilaunya berwarna emas kemerahan seolah memahami betapa sesungguhnya ada sesuatu yang indah tengah terjadi dan akan ...

I’m slowly learning

I’m slowly learning that I don’t have to hurt those who hurt me. I’m slowly learning that maybe the ultimate sign of maturity is walking away instead of getting even. I’m slowly learning that the energy it takes to react to every bad thing that happens to you drains you and stops you from seeing the other good things in life. I’m slowly learning that I’m not going to be everyone’s cup of tea and I won’t be able to get everyone to treat me the way I want to be treated and that’s okay. I’m slowly learning that trying so hard to ‘win’ anyone is just a waste of time and energy and it fills you with nothing but emptiness. I’m slowly learning that not reacting doesn’t mean I’m okay with things, it just means I’m choosing to rise above it. I’m choosing to take the lesson it has served and learn from it. I’m choosing to be the bigger person. I’m choosing my peace of mind because that’s what I truly need. I don’t need more drama. I don’t need people making me feel like I’m not good eno...

Risalah Seorang Imam

Diceritakan dalam Risalah Sang Imam, bahwa ada seorang lelaki mendatangi Imam Shadiq dan berkata, "Wahai Imam, beritahukan aku tentang akhlak yang mulia!" Imam Shadiq menjawab, "Maafkanlah orang yg menzalimimu; sambungkanlah tali silaturahmi dengan orang yang memutuskannya darimu; berikanlah sesuatu kepada orang yang tidak mau memberimu; dan bicaralah yang benar meskipun ia tidak menguntungkanmu." Sebagaimana kita baca dlm Doa Makarim al-Akhlak, "Ya Allah, sampaikanlah salawat kepada Muhammad dan keluarganya, Bimbinglah daku untuk melawan orang-orang yang menghianatiku dengan ketulusan, Membalas orang yang mengabaikanku dengan kebajikan, Memberi orang yang bakhil kepadaku dengan pengorbanan, Menyambut orang yang memusuhiku dengan hubungan kasih sayang, Menentang orang yang menggunjingku dengan pujian. Untuk berterima kasih atas kebaikan dan menutup mata dari keburukan. Jiwa bagai cermin, sedikit tercemari ia akan nampak pada aspek2 batin dan lahiriah...

Konspirasi global Versus anak-anak kita

Gambar
 Oleh : Budi yusnendar SH Jika   sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan di dalam tersebut akan berakhir. Namun, jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari dalam, maka kehidupan baru akan lahir - Jim Kwik-    Ketika musim Gugur akan tiba, alam terl e bih dahulu memberi kabar dengan bermigrasinya kupu-kupu dan burung. Ketika gunung akan meletus maka alam akan memberi isyarat dengan turunnya hewan-hewan yang berada di hutan gunung tersebut.   Telah tersedia bagi kita kabar maupun pertanda agar kita sebagai pelaku utama dimuka bumi ini mempersiapkan diri atas apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Namun apa jadinya jika kabar itu disajikan oleh manusia yang memiliki kekurangan dan kelebihan, memiliki potensi kejujuran. serta  kebohongan , dan seterusnya dengan segala keterbatasan. Kabar yang disampaikan tentu tidak sesempurna langit dan bumi ketika memberi isyarat atau pertan da . Kabar diantara manusi...

Takan keliru

Langit tetap biru sejak pertama kali di ciptakan. Mentari tetap bersinar dan bulan tetap memberi cahaya malam. Begitupun dengan hati yang ku rasa. Jiwamu tetap hadir sejak waktu mempertemukan. Indah ...  seperti Indahnya kitab yg terhampar. Yang dalam diamnya selalu ber-Tasbih  kepada Sang Maha Pemberi Cinta. Malam diam dengan kesunyian tanpa banyak bicara,   namun membisikkan kalimat Cinta ... Hati ini mengatakan " cinta harus di ungkapkan" . ..Walau sekedar sindiran atau kalimat canda sebagai isyarat untuk di terjemahkan. Akhirnya sampai pada ujung batas rasa yg ku rasa ... Ruh- ku bertasbih kepada " TUHAN "  Sebagai Isyarat rasa Cinta-ku kepada "NYA" dan kepada mu ... Aku.... "Takan keliru"

Be Patient

Oleh : Budi Yusnendar,S.H Be Passion to Patient Dalam artikel terdahulu saya pernah menulis tentang betapa pentingnya menjadi seimbang. Dalam artikel tersebut saya mengutip konsep dan analogi keseimbangan dari tulisan seorang kolumnis senior favorit saya “Bapak Ekuslie”. Dalam versinya keseimbangan ( stable ) dan keberlanjutan/ daya tahan ( sustainable ).  Keseimbangan merupakan faktor terpenting dalam sebuah “seleksi” evolusi.   Dijelaskan pula bahwa hanya mereka yang memiliki keseimbangan-lah yang akan mampu bertahan dalam kehidupan yang penuh ketidak pastian ini .   K ehidupan yang memaksa kita berada diantara dua sisi; ada alpha ada omega, ada positif ada negative, ada siang dan ada malam sebagaimana selalu ada awal dan ada akhir, serupa peribahasa tak ada pesta yang tak berakhir. Jika artikel terdahulu saya menulis dengan judul “ Be Balance ” ( seimbanglah), maka artikel yang tengah and abaca kali ini saya beri judul “Be Pa t i ent ” (bersabarlah...

Show Time

Gambar
Oleh : Budi Yusnendar Jangan biarkan dirimu ditempat yang gelap, Karena banyangan sendiri-pun akan meninggalkan dirimu. Dalam keadaan tanpa cahaya, kita tidak akan terlihat siapapun, bahkan kita tak bisa melihat bayangan kita sendiri.  Secara ansih; retina mata manusia memang bekerja dengan menangkap cahaya yang terefleksi dari objek atau benda, lalu melalui impulse elektrik disampaikanlah pesan itu ke jaringan otak, sehingga ada reaksi berupa gambaran visual, lalu timbulah reaksi-reaksi lain; ketertarikan, suka atau tidak suka dan lain-lain. Kita bisa bayangkan ketika kita berada di tempat yang gelap, sedikit sekali yang dapat kita lakukan, bahkan bisa jadi ketika melangkah kita malah  tersandung.  Di kegelapan kita sulit menemukan pintu dan jalan untuk keluar dari ruangan.  Begitu pula ketika kita dalam keadaan tidak beruntung, bisnis yang merugi, rencana yang gagal atau jatuhnya kerajaan kecil yang dibangun susah payah, bahkan dalam kegagalan dalam k...