Risalah Seorang Imam

Diceritakan dalam Risalah Sang Imam, bahwa ada seorang lelaki mendatangi Imam Shadiq dan berkata,

"Wahai Imam, beritahukan aku tentang akhlak yang mulia!" Imam Shadiq menjawab,

"Maafkanlah orang yg menzalimimu; sambungkanlah tali silaturahmi dengan orang yang memutuskannya darimu; berikanlah sesuatu kepada orang yang tidak mau memberimu; dan bicaralah yang benar meskipun ia tidak menguntungkanmu."

Sebagaimana kita baca dlm Doa Makarim al-Akhlak,

"Ya Allah, sampaikanlah salawat kepada Muhammad dan keluarganya,
Bimbinglah daku untuk melawan orang-orang yang menghianatiku dengan ketulusan,
Membalas orang yang mengabaikanku dengan kebajikan,
Memberi orang yang bakhil kepadaku dengan pengorbanan,
Menyambut orang yang memusuhiku dengan hubungan kasih sayang,
Menentang orang yang menggunjingku dengan pujian.
Untuk berterima kasih atas kebaikan dan menutup mata dari keburukan.

Jiwa bagai cermin, sedikit tercemari ia akan nampak pada aspek2 batin dan lahiriahnya. Gamang, gelisah, rakus, mudah marah, jauh dari ketenteraman merupakan pantulan sederhana dari kotornya jiwa. Semakin kotor jiwa, semakin aneh emosi dan pikiran yg menyertainya, juga perilaku2 lahiriahnya semakin tak menentu.

Kata para Ulama, Orang yg beruntung adalah orang yg menyucikan jiwanya dari kerusakan-kerusakan akhlak dan orang yg malang adalah orang yg merusak jiwanya.

Allah Ta'ala berfirman,
"Beruntunglah orang yang menyucikan (jiwa)nya dan merugilah orang yang mengotorinya." (QS. al-Syams 91:9).

Semoga bermanfaat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aturan Pergantian Antar Waktu ( PAW ) Anggota DPR/ MPR

Tuan Baik dan Tuan Buruk

Surat tak terkirim ( Bulan dan Bintang)